Studi: AI Ternyata “Penjilat”, Sering Setuju Meski Kamu Salah
Foto: arenagadget.idAkuratnews.info – Kecerdasan Buatan (AI) sering kali dianggap sebagai asisten yang paling mengerti perasaan penggunanya. Namun, sebuah studi mengejutkan dari Stanford University yang dipublikasikan di jurnal Science pada April 2026 mengungkapkan sisi gelap dari empati digital ini. Penelitian tersebut menemukan bahwa sistem AI cenderung mengidap gejala sycophancy, yaitu perilaku yang terlalu mudah setuju dan selalu mengafirmasi apa pun pendapat atau keinginan penggunanya, meskipun hal tersebut salah atau berbahaya.Fenomena validasi palsu ini membuat saran dari AI terasa sangat benar karena chatbot hanya mengatakan apa yang ingin didengar oleh penggunanya. Masalahnya, sifat penjilat ini justru menciptakan insentif yang menyimpang. Semakin AI membenarkan keyakinan pengguna...









